Potensi pariwisata di Kabupaten Buton tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.

Dilihat 208 kali sejak 26 November 2021
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

LULOPEDIA.TV: BUTON – Potensi pariwisata di Kabupaten Buton tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia. Namun, untuk mengeksplornya butuh peran milenial dengan memanfaatkan teknologi informasi yang luar biasa berkembangnya.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi bahwa promosi pariwisata dan ekonomi kreatif butuh sentuhan kekinian dari para milenial. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi terselenggaranya workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di wilayah tersebut.

Pelatihan penulisan konten dan fotografi diharapkan Dispar Buton menjadi wadah bagi milenial untuk mengeksplor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Buton. Sebab potensi keduanya juga dimiliki wilayah Buton.

“Kami sangat memberi apresiasi karena kegiatan ini adalah kegiatan pertama (di Buton) untuk Dinas Pariwisata Provinsi Sultra baik itu fisik maupun nonfisik,” ujar Rusdi, Jumat (26/11/2021).

 

 

Potensi pariwisata yang dimaksud Rusdi, misalnya pariwisata Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu top sepuluh destinasi tingkat nasional. Manfaat didapatkan Buton, yaitu pada jalur penyeberangannya yang bisa dilalui dari Kabupaten Buton, tepatnya Lasalimu dengan waktu tempuh 1,5 jam.

“Jalinan terdekat dengan wilayah itu adalah Buton, 17 kabupaten/kota di Sultra, kita (Buton) yang berhadapan dengan Wakatobi maka peluang kita sangat besar, pertumbuhan di Wakatobi akan terasa dampaknya sampai ke Buton,” sambungnya.

Kabupaten Buton, lanjutnya, tengah memperkuat tema pariwisatanya, berupa hutan dan atraksi budaya. Jika Benteng Keraton berada di Kota Baubau, maka atraksi budayanya bisa berlangsung di Buton. Untuk memperkuat tema ini, peran milenial sangat dibutuhkan sebagai sarana promosi.

“Segala kegiatan adat yang lestari di 84 kelurahan dan desa mash hidup d Buton, maka itulah peluang-peluang kita. Satu lagi kekuatan kita bahwa Buton merupakan eks kerajaan kesultanan dipastikan kita kuat dalam budaya baik dalam sosial, maupun karya yang ditinggalkan oleh para leluhur,” ucapnya.

Kabupaten Buton juga banyak memiliki objek wisata yang tengah digagas Dispar, di antaranya wilayah Wabula berbasis wisata budaya dan kerajinan, wisata teluk yang diharapkan ikut menunjang kulinernya, Kapontori wisata petualang, Pantai Koguna terdapat udang merah, Gua Wabalu, wisata agro bagian Lasalimu.

Termasuk pesta adat Buton yang disebut-sebut acara adat terlama dibandingkan daerah lainnya di Indonesia yang digelar antara Oktober, November, dan Desember.

“Pesta adat terpanjang sudah di Buton, tidak putus ada pesta adat setiap minggu. Beberapa hal yang kita miliki itu diperlukan promosi, kita perlu jualan jadi melalui kegiatan ini kita ajak milenial mari kita menulis, mari kita foto,” jelas Rusdi.

Kadispar mengajak milenial khususnya di Kabupaten Buton untuk melihat produk ekonomi kreatif di lingkungan masing-masing yang bisa dikembangkan dan bernilai ekonomi sebagai kontribusi bagi pendapatan daerah.

Workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di Kabupaten Buton berlangsung pada 26-27 November 2021. Kegiatan yang disiarkan secara langsung ini merupakan hasil kerja sama Dispar Provinsi Sultra dengan Sultrakini.com. Kegiatan ini juga diikuti puluhan peserta dari kalangan milenial dan ekonomi kreatif.

Laporan: Onilan

Bara Juga :