Pentingnya Konten dan Fotografi Jadi Sub Sektor dalam Percepatan Pembangunan Daerah. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Pentingnya Konten dan Fotografi Jadi Sub Sektor dalam Percepatan Pembangunan Daerah

Dilihat 196 kali sejak 27 November 2021
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

LULOPEDIA.TV: BUTON – Workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di Kabupaten Buton merupakan wadah bagi generasi milenial untuk belajar dan berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pendapatan di daerah.

“Ekonomi kreatif menjadi topik utama dalam diskusi-diskusi yang digelar dan menjadi langkah cerdas dan efektif dalam mereformasi, menselaraskan, dan mensinergikan pembangunan baik ditingkat daerah, nasiaonal, maupun ditingkat global,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra La Ode Saifuddin melalui Kepala Seksi Pengembangan industri, Muhammad Syamsul, Jumat (26/11/2021).

Berdasarkan data dan laporan dari Departemen Perdagangan RI, kontribusi ekonomi kreatif dapat dilihat dari sisi positifnya, beberapa indikator secara ekonomi maupun non-ekonomi.

Pertama, dampak terhadap perekonomian, industri kreatif mampu menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kedua, ekonomi kreatif bisa berdampak pada aspek sosial, kontribusinya dapat dilihat dari peningkatan kualitas hidup, toleransi sosial bahkan penciptaan identitas bangsa.

 

 

Ketiga, ekonomi kreatif berdampak pada pelestarian budaya. Peran penting non-ekonomi dan industri kreatif dapat terlihat dari pembangunan budaya dan warisanya serta nilai-nilai lokal. Industri kreatif yang berbasis budaya menciptakan landasan karakter budaya lokal yang kuat, mampu menuangkan hak kekayaan intelektual serta kearifan lokal yang kesemuanya memiliki potensi pasar baik dalam negeri maupun mancanegara.

“Keempat tingkat keadilan. tentunya ini sangat diperlukan dalam menjawab daya saing dalam melakukan suatu inovasi diperlukan pemikiran yang kreatif dan ide-ide yang cemerlang,” ucapnya.

Penekanan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata ini disampaikan pada workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di Kabupaten Buton yang dihadiri puluhan milenial.

Kedua sektor tersebut diharapkan menjadi peluang bagi milenial di Kabupaten Buton untuk mengeksplor potensi daerah, terlebih wilayah setempat mengunggulkan pariwisata budaya yang sangat kental, selain potensi wisata lainnya.

“Memperhatikan rencana strategis Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, maka konten dan fotografi merupakan sub sektor penting untuk didorong dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi kreatif di daerah,” terang Syamsul.

Workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di Kabupaten Buton juga disiarkan secara langsung melalui kanal Lulo Pedia, Website lulopedia.tv, Facebook Ekraf Dispar Sultra, dan Instagram ekraf_disparsultra.

Laporan: Harlan

Bara Juga :