Milenial Kota Baubau Diajak Bangkitkan Sektor Wisata Daerah

Dilihat 1091 kali sejak 24 November 2021
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

BAUBAU, LULOPEDIA.TV РGuna membangkitkan sektor pariwisata di daerah, Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Sultrakini.com menggelar workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata,  Selasa (23/11/2021) guna mengajak generasi milenial Kota Baubau untuk bersama-sama membangkitkan pariwisata daerah.

 

Kegiatan tersebut merupakan lokasi ketiga pelaksanaan workshop dengan tujuan menyasar kaum milenial Kota Baubau untuk bersama-sama membangkitkan sektor pariwisata di daerah itu. Sejumlah peserta bahkan sudah memiliki wadah ekonomi kreatif untuk dikembangkan dan kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi.

 

Kepala Dispar Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi, menerangkan pemeirntah menginginkan pembangunan sektor pariwisata memberikan kontribusi yang sangat signifikan, tidak hanya untuk pendapatan asli daerah Kota Baubau, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat Baubau. Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan strategi kebijakan yang tepat, akurat, terukur untuk mendorong sektor pariwisata.

 

“Sebagai upaya untuk memasarkan keunggulan pariwisata dan ekonomi kreatif, perlu dilakukan oleh perusahaan kreatif kekinian, yaitu pemanfaatkan platform digital, sehingga digital marketing membutuhkan pelatihan seperti yang diselenggarakan saat ini,” ungkapnya.

 

Workshop ekonomi kreatif sub sektor media diagendakan berlangsung di enam titik lokasi, Kota Baubau merupakan lokasi ketiga kegiatan itu. Tidak hanya itu, workshop disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Lulo Pedia.

 

Peserta milenial selama kegiatan diberikan motivasi serta pelatihan menyangkut penulisan konten dan fotografi pariwisata. Mereka tidak sebatas mendengarkan materi, namun langsung mempraktikkan menulis konten pariwisata maupun ekonomi kreatif di Kota Baubau.

 

“Banyak karya peserta dihasilkan selama pelatihan penulisan konten. Sebagian karya peserta milenial ini juga dievaluasi hingga menentukan satu karya terbaik untuk diberikan hadiah serta dipublikasikan di Sultrakini.com,” ujarnya.

 

Sementata itu, Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Max Reyn menjelaskan ekonomi kreatif mulai ramai digaungkan di tingkat daerah hingga global karena memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan daerah dan negara.

 

“Kontribusi yang dihasilkan, di antaranya bisa menyerap tenaga kerja, pertumbuhan dan pertambahan pendapatan hingga pencitraan wilayah dengan melibatkan sejumlah sektor kriya, kuliner, fesyen, fotografi, seni pertunjukkan, desain produk arsitektur, film animasi, video game, percetakan, televisi dan radio, desain interior, seni rupa, musik, dan periklanan,” terangnya.

 

Ia mengatakan, berdasarkan data Departemen Perdagangan Indonesia, kontribusi pertumbuhan ekonomi dilihat dari sisi positif bahwa beberapa dampak indikator secara ekonomi dan non-ekonominya, yaitu menambah lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kualitas hidup, toleransi sosial, identitas bangsa, pembangunan budaya dan warisannya, peningkatan SDM pendidkan.

 

“Konten dan fotografi merupakan sub sektor¬† penting untuk didorong dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi kreatif daerah. Keduanya merupakan konteks utama dalam menciptakan tren pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sultra,” pungkasnya.

 

Reporter: Dion Zimani
Editor: Samid Hamid Larafaa