Talkshow pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif rangkaian workshop ekonomi kreatif sub sektor media bersama milenial di Kabupaten Kolaka. (Foto: Dok. Sultrakini.com)

Milenial Kolaka Diajak Manfaatkan Medsos, Berwisata Sekaligus Promisikan

Dilihat 183 kali sejak 8 December 2021
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

Lulopedia.Tv: Kolaka – Media sosial kini menjadi sarana yang trend untuk mempromosikan suatu hal termasuk pariwisata suatu daerah. Hal ini yang mendasari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara fokus dalam mendorong kaum milenial untuk memperkenalkan atau
mendorong percepatan pengembangan pariwisata di seluruh wilayah Sultra tak terkecuali Kabupaten Kolaka pada workshop ekonomi kreatif sub sektor media, Selasa, 7 desember 2021.

Dengan memanfaatkan kelebihan yang ada pada media sosial yang dinilai dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja dan dimana saja, masyarakat khususnya kaum milenial bisa lebih leluasa mengeksplor potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya, khususnya di Kabupaten Kolaka.

Misalnya, dengan pengikut banyak di akun media sosial bisa menjadi peluang pasar ketika milenial memanfaatkannya sebagai sarana promosi. Langkah kecil ini dilakukan dengan membagikan cerita tentang destinasi di Kabupaten Kolaka yang pernah dikunjungi secara menarik, mengenalkan produk khas Kolaka melalui konten dan foto yang membuat siapa saja yang melihatnya tertarik untuk berkunjung ke Kolaka.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sultra, Syamsinar, mengatakan, workshop ekonomi kreatif sub sektor media dengan fokus utama pelatihan penulisan konten dan fotografi dilaksanakan untuk membangkitkan keterampilan milenial dalam melihat potensi daerah, sehingga kemampuan peserta dalam mengelola konten dan foto semakin meningkat dan karya yang dihasilkan semakin membuat Kabupaten Kolaka semakin dikenal orang dalam skala yang lebih luas.

“Harapannya potensi yang teman-teman miliki mampu mempromosikan destinasi yang kita miliki, produk yang kita miliki sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja,” jelasnya, Selasa (7/12/2021).

Di samping itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka, Zulkarnen Mansyur juga memberikan peluang bagi milenial untuk berkolaborasi mengelola destinasi pariwisata di wilayah setempat. Sebab, milenial memiliki ruang yang besar dalam pemanfaatan kemajuan komunikasi digital hingga mengonsepkan suatu objek dengan cara yang kreatif dan inovatif.

“Kita semua bisa menjadi kelompok sadar wisata di masyarakat. Kita juga bisa menjadi duta wisata, bagaimana kita memperbaiki produk, kemasan, memperkenalkan sesuatu melalui foto, video, narasi,” ucapnya.

Zulkarnaen berkeyakinan, milenial dalam workshop ekonomi kreatif di Kabupaten Kolaka tersebut bisa bertindak lebih maju untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah yang dijuluki Bumi Mekongga tersebut.

 

Foto bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sultra dan Kabupaten Kolaka bersama milenial di wilayah Kolaka dalam workshop ekonomi kreatif sub sektor media. (Foto: Dok. Sultrakini.com)

Foto bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sultra dan Kabupaten Kolaka bersama milenial di wilayah Kolaka dalam workshop ekonomi kreatif sub sektor media. (Foto: Dok. Sultrakini.com)

 

“Saya berkeyakinan setelah workshop ini, Kolaka akan semakin dikenal, tempat wisata juga akan semakin menerapkan sapta pesona atau tujuh pesona yang wajib dikenal orang,” tambahnya.

Workshop ekonomi kreatif sub sektor media di Kabupaten Kolaka merupakan agenda terakhir road show dari total enam titik lokasi kegiatan tersebut, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Muna, Kota Baubau, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Bombana.

Sasaran kegiatan ini adalah kalangan milenial dengan tujuan untuk mengajak mereka lebih aktif dalam mempromosikan potensi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan pemanfaatan ruang digital.

Apalagi peserta dalam workshop tersebut mengangkat dua pelatihan inti, yakni pelatihan penulisan konten dan fotografi yang notabenenya sangat familiar di era kekinian saat ini.

Selama kegiatan yang disiarkan secara langsung ini, peserta tidak sekadar diberikan materi, melainkan ikut menghasilkan karya tulis dan foto yang nantinya dievaluasi bersama pemateri yang andal di bidangnya. Bahkan, satu karya terbaik dari masing-masing item pelatihan diberikan hadiah menarik.

Laporan: Yani

Editor: Ali Rashid