Masyarakat Sultra Diajak Bangkitkan Pariwisata Daerah Pasca Pandemi

Dilihat 713 kali sejak 21 November 2021
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

MUNA, LULOPEDIA.TV – Covid-19 yang melanda bangsa saat ini membuat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Sulawesi Tenggara ikut terdampak. Olehnya itu, pemerintah mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama bertindak memulihkan sektor unggulan daerah. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Syamsinar pada Workshop Ekonomi Kreatif Sub Sektor Media, Penulisan Konten dan Fotografi Pariwisata di Kabupaten Muna, pada 19-20 November 2021.

 

Syamsinar menerangkan bahwa pandemi Covid-19 membuat penurunan yang cukup signifikan terhadap sektor pariwisata di Sultra. Data menunjukkan bahwa wisatawan nusantara sebesar 2,538,711 pada 2019, mengalami penurunan menjadi 877,366 pada 2020. Sedangkan wisatawan mancanegara tercatat 17,843 pada 2019, dan turun menjadi 832 pada 2020.

 

“Ini pekerjaan rumah kita untuk meningkatkan sektor pariwisata. Namun dari penurunan itu, diprediksi kembali menggerakkan ekonomi menjadi lebih baik dan bersifat kolaborasi,” ucapnya, Jumat (19/11/2021).

Untuk itulah dibentuk visi ekonomi kreatif sebagai tulang punggung kemajuan pariwisata di wilayah Sultra yang berorientasi pada produk lokal, daya saing, dan pembangunan ekonomi daerah. Dalam mewujudkan target tersebut, pihaknya akan melakukan pembangunan ekosisten dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif serta membangun kelembagaan dalam upaya memaksimalkan peran stakeholder melalui mekanisme kolaborasi dan sinergitas.

 

Selain itu, Dispar Sultra ternyata memiliki empat program prioritas, kolaborasi pembangunan pariwisata periode 2018-2023, yaitu pembangunan daya tarik pariwisata melalui peningkatan fasilitas umum dan fasilitas pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan ekosistem dan pelaku ekonomi kreatif, peningkatan SDM pariwisata melalui pendidkan, pelatihan, sertifikasi kopetensi SDM insudtri dan masyarakat, dan terakhir promosi pariwisata daerah melalui sosial media, marketplace, dan event.

 

“Sementara workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata yang digelar di enam titik tersebut menjadi bagian dari pengembangan sektor pariwisata sebagaimana yang diprioritaskan Dispar Sultra. Misi ekonomi kreatif Sultra, yakni menjadi tulang punggung memajukkan pariwisata Sultra yang berorientasi pada produk lokal. Jadi produk lokal 17 kabupaten/kota dan daya saing yang akan dibungkus dengan pembangunan ekonomi daerah,” jelas Syamsinar.

 

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kabupaten Muna, Amiruddin Ako mengatakan, pengelolaan destinasi pariwisata di wilayah setempat membutuhkan kreativitas dari kalangan milenial. Cukup dua langkah, yaitu menulis konten dan fotografi pariwisata sudah membantu pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Muna di mata nasional maupun mancanegara.

 

Sambungnya, pengelolaan destinasi wisata di Muna harus dikelola oleh orang yang jago fotografi, kemudian jago menarasikan konten sehingga menjadi produk pariwisata yang menarik, Maka dari itu, pelatihan ini penting untuk memajukan pariwisata kita, sehingga promosinya akan lebih maksimal.

 

“Situasi saat ini, tidak ada pariwisata yang tidak masuk dalam dunia digital dan pariwisata itu adalah industri, untuk mempromosikannya adalah lewat dunia digital baik itu website, blog, Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya demi kemajuan pariwisata Muna,” pungkasnya.

 

Reporter: Dion Zimani
Editor: Samid Hamid Larafaa