Dispar Sultra Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Konsel

Dilihat 166 kali sejak 25 June 2022
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

LULOPEDIA.TV, KONSEL: Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di kabupaten konawe selatan yang berlangsung selama 3 hari mulai 23 juni hingga 25 juni 2022.

 

Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Belli, SE.,M.Si yang diwakili Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Sultra, Syamsinar, S.Pi.,M.Si, Kamis (23/6/2022).

 

Dalam sambutannya, Syamsinar mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Dispar sultra mengembangkan ekonomi kreatif di wilayah sultra guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

Dengan pengetahuan yang didapatkan peserta pada pelatihan ini pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang ada disekitar menjadi produk yang bernilai jual tinggi tentunya akan menjadi ladang pendampatan untuk diri sendiri maupun daerah.

 

“Dinas Pariwisata Sultra terus bergerak membantu dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana menjadi pelaku ekonomi kreatif dibidang ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan,”ujarnya.

 

Tentunya pengembangan desain produk ekonomi kreatif tak lepas dari peran para penggiat ekonomi kreatif yang selalu melahirkan karya-karya yang luar biasa yang menjadi ketertarikan konsumen untuk membelinya.

 

“selama 3 hari ini, para peserta akan dibekali ilmu pengetahuan bagaimana mengembangkan desain produk dengan ilmu yang akan dibagikan dari para ahli dibidangnya dalam pengembangan desain produk ekonomi kreatif di kabupaten konawe selatan,”pungkasnya.

 

Sementara itu, Abdul Rasyid, Salah satu pemateri pada pelatihan ini dan juga Penggiat dan pencinta kriya di konsel menyampaikan dirinya telah menggeluti dunia kriya atau pemanfaatan limbah kayu sejak 2016 lalu yang difasilitasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI).

 

Dirinya bahkan telah membentuk beberapa kelompok penggiat kriya kayu di 2 desa di konawe selatan yakni desa pangan jaya, Kecamatan Lainea dan desa iwoimendoro, Kecamatan Basala.

 

“Sejak 2016 saya telah membuka usaha kriya kayu di konsel yang sebelumnya telah dibantu dan diberi pelatihan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI),”ungkapnya.

 

Saat ini Abdul rahim telah membuat nama Brand tersendiri untuk usaha kriya kayunya yang diberi nama anoa art, Dimana beberapa produk yang telah dihasilkan seperti alat-alat dapur berupa sendok,piring, stand HP dan Speaker.

 

 

 

 

untuk penjualannya sendiri ia memasarkan menggunakan sosial media yang diberi nama ano art yang dapat diakses melalui Instagram, Facebook dan Youtube.

 

“saya pasarkan melalui media sosial, Terkadang konsumen ada yang dari luar sultra yang pesan seperti dari yogyakarta dan bali,”ujarnya.

 

selain membuat produk dari hasil limbah kayu, Abdul rahim juga seorang pelukis dan dapat membuat sketsa wajah dalam 5 menit.

 

Ia berharap dengan pelatihan ini peserta dapat memanfaatkan limbah kayu menjadi sebuah produk yang bernilai jual tinggi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

Laporan: Dion Zimani

Editor : Ali Rashid