Anggota Dewan Jadi garda Terdepan Memajukan Sektor Pariwisata

Dilihat 686 kali sejak 21 November 2021
Lulo Pedia Indonesia 5.62K subscibers

LULOPEDIA.TV, MUNA – Dalam memajukan pariwisata di Sulawesi Tenggara Khususnya diĀ  Muna, semua elemen masyarakat termasuk anggota dewan harus menjadi garda terdepan yang secara bersama-sama memajukan sektor pariwisata di wilayah masing-masing di “Bumi Anoa”. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh pada Workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata yang resmi dibuka olehnya di salah satu hotel di Kota Raha, Kabupaten Muna, Jumat (19/11/2021).

 

Ia mengatakan, lokasi ke dua workshop tersebut merupakan bentuk rasa cinta untuk memajukan pariwisata di Muna khususnya, serta wilayah Sultra pada umumnya. Keberadaan dalam pelatihan ini merupakan bentuk rasa cinta kita kepada daerah terkhusus untuk memajukan pariwisata Muna dan Sultra pada umumnya.

Lanjutnya, Ia berharap pengelolaan pariwisata ke depannya dilakukan secara bersama-sama, terutama mendorong kalangan milenial untuk mengangkat potensi pariwisata di daerahnya masing-masing, misalnya saja melalui penulisan konten yang baik serta berdampak positid bagi sektor tersebut.

“Kita harus ke luar dari konten yang biasa, kita harus buat yang luar biasa, makanya dengan pelatihan bisa menciptakan sumber daya manusia yang bisa memajukan pariwisata Sultra dan khususnya di Muna di era digital saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Muna LM Rusman Emba, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muna, Amiruddin Ako menyampaikan, milenial yang mengikuti pelatihan ini, berupa penulisan konten dan fotografi pariwisata diharapkan memiliki konsep baru yang lebih luar biasa untuk menangkat pariwisata di Kabupaten Muna.

Lanjutnya, Workshop ekonomi kreatif sub sektor media ini juga sangat penting sehingga diharapkan bisa kembali digelar demi mewujudkan sumber daya unggul dan mempuni, termasuk kalangan milenial di daerah itu.

“Pengelolaan pariwisata kita di Muna masih lemah, apalagi sudah berbasis digital, kita akan sulit bergerak maju dan ini momennya kita berbenah. Mudah-mudahan bisa dianggarkan oleh provinsi untuk pelatihan kepariwisataan, untuk dapat memajukan kemampuan pariwisata kita di Muna. Untuk menggambarkan pariwisata kita secara virtual, harus ada kalangan muda yang dilatih dan sudah tepat kegiatan saat ini,” terangnya.

Ia menerangkan, pemilihan milenial dalam sasaran pelatihan tersebut dinilai penting karena era digital merupakan potensi utama bisa diandalkan untuk memperluar promosi pariwisata. Era tersebut berada di era milenial saat ini. Melalui mereka ekonomi daerah dan lapangan pekerjaan memiliki potensi untuk tumbuh lebih baik ke depannya.

Sebagai pihak provinsi, dirinya setuju bahwa potensi pariwisata Muna sangat banyak dan Muna masuk dalam klaster pengembangan pariwisata paling kreatif, selain Kota Baubau, Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Konawe, dan Kabupaten Wakatobi.

“Klaster pariwisata Muna ini cukup unik dan strategis. Kehadiran kaum milenial di sini merupakan suatu kolaborator dan sinergitas yang kita ingin bangun di Sultra, agar ekonomi kreatif dan pariwisata bisa berkembang maju,” ujarnya.

Untuk diketahui Workshop ekonomi kreatif sub sektor media tersebut akan berlangsung di enam titik sebagai perwakilan total 17 kabupaten/kota di Provinsi Sultra. Kabupaten Muna sendiri merupakan lokasi ke dua pelaksanaan kegiatan itu pada 19-20 November 2021. Sejumlah materi termasuk motivasi, penulisan konten, dan fotografi pariwisata menjadi poin utama dala kegiatan yang diikuti 50 orang peserta tersebut selama dua hari.